MAJALAH EDUKASI

PENDIDIKAN YANG EFEKTIF YANG DIHARAPKAN DI INDONESIA YANG BAGAIMANA ?

Jumat, 06 Juni 2008

Bantuan Partisipasi

Pembaca yang budiman, Kami dari redaksi majalah Edukasi akan berusaha belajar dan memperbaiki atas segala kekurangan yang ada pada isi maupun tayangan dari majalah ini. oleh karena itu apabila ada rekan yang bersedia memberikan masukan dan saran kami ucapkan terimakasin.
Masukan dapat di kirim lewat e-mail : romizaisy@yahoo.co.id.
Terimakasih sebelumnya.

Hormat kami

R. Daromez SB

Selasa, 22 Januari 2008

Pembelajaran Melalui Media yang Tepat

Kurotu A’yun , S.Pd , M.Pd
Guru bidang studi Fisika
SMA Negeri 8 Surakarta

Pembelajaran Melalui Media yang Tepat.

Salah satu prinsip dalam melaksanakan pendidikan adalah peserta didik secara aktif mengambil bagian dalam kegiatan pendidikan yang dilaksanakan. Untuk dapat terlaksananya suatu kegiatan, pertama harus ada dorongan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Dengan kata lain untuk dapat melakukan sesuatu harus ada motivasi. Begitu juga keadaannya dalam proses mengajar atau pendidikan, peserta didik harus mempunyai motivasi untuk mengikuti kegiatan belajar atau pendidikan yang sedang berlangsung. Hanya apabila mempunyai motivasi yang kuat, peserta didik akan menunjukkan minatnya, aktivitasnya dan partisipasinya dalam mengikuti kegiatan belajar atau pendidikan yang sedang dilaksanakan.
Pada pembelajaran Fisika sering kali hasil belajar dari siswa masih rendah, tidak seperti yang diharapkan. Seperti pada materi dengan pokok bahasan gelombang elektromagnetik yang dianggap sulit karena bersifat abstrak sehingga siswa tidak tertarik untuk mempelajarinya.:
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor siswa maupun dari faktor guru yang mengajar. Dari faktor siswa, hal dimungkinkan karena tidak adanya minat motivasi ataupun tidak adanya konsentrasi sewaktu diadakan pembelajaran. Selain itu mungkin juga karena mempunyai rasa bosan atau malahan menganggap bahwa pelajaran fisika adalah pelajaran yang sulit dan tidak mengasyikkan. Kemungkinan lain dari faktor guru yang mengajar. Siswa cepat merasa bosan dan kurang minat, kemungkinan disebabkan metode pembelajaran yang kurang variatif dan kurang menarik. Padahal sampai saat ini sebenarnya sudah banyak media pembelajaran yang dapat digunakan oleh seorang guru dalam pembelajarannya.
Setiap guru selalu ingin agar fisika tidak menjadi pelajaran yang sulit dan membosankan dan agar dalam kelas siswa tidak hanya belajar tetapi juga menikmati (nyaman dengan) pelajaran fisika. Berbagai usaha diarahkan untuk mencapai hal tersebut. Untuk membuat pelajaran lebih mudah merupakan hal yang telah banyak dilakukan oleh para pendidik. Dari siswa para pendidik telah menyadari bahwa proses belajar banyak dipengaruhi oleh apa yang telah diketahui oleh siswa sebelumnya, atau yang lebih dikenal dengan pengetahuan awal (prior knowledge). Proses pendidikan dikelas berusaha untuk menjadi jembatan yang dapat menghubungkan materi sekarang dengan materi yang lalu. Sehingga kemampuan awal akan menjadi prasyarat untuk dapat mempelajari materi pokok selanjutnya. Pada sisi lain ada upaya untuk menjadikan pelajaran menjadi rangkaian langkah yang lebih sederhana yang dapat dipelajari oleh siswa, pendidik selalu berusaha menjadikan siswa sadar akan belajar mereka sendiri.
Dalam dunia pendidikan tentu saja tidak terlepas dari faktor belajar. Belajar adalah masalah setiap orang. Karena kecakapan, pengetahuan, kebiasaan, ketrampilan, kegemaran dan sikap manusia terbentuk dan berkembang karena belajar. Belajar dapat terjadi dilingkungan keluarga, masyarakat dan lembaga formal, akan tetapi tidak semua siswa mempunyai kasadaran untuk belajar.
Pendidikan seringkali menggunakan penguatan, untuk memberikan motivasi kepada anak didik untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. Penguatan sendiri adalah hal-hal yang disediakan oleh lingkungan dalam hal ini pendidik dengan maksud untuk merangsang peserta didik agar belajar lebih keras dan lebih baik. Penguatan itu akan bermanfaat apabila mengandung tujuan yang akan bermanfaat sebagai kepuasan untuk kebutuhan psikologi anak didik, karena penguatan dapat untuk memuaskan seseorang. Oleh karena seorang pendidik harus kreatif dan imaginatif menyediakan penguatan tersebut.
Keberhasilan pembelajaran merupakan keberhasilan peserta didik dalam membentuk kompetensi dan mencapai tujuan, serta keberhasilan guru dalam membimbing peserta didik dalam pembelajaran. Peserta didik yang lamban belajar akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran, menganalisa apa yang dipelajari, dan mengalami kesulitan dalam memahami isi pembelajaran, serta sulit membentuk kompetensi, dan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Oleh karena itu perlu adanya metode khusus agar peserta didik lebih termotivasi dalam belajarnya. Seorang guru harus berupaya untuk menampilkan rangsangan (stimulus) yang dapat diproses dengan berbagai indera. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi maka akan semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. Siswa diharapkan akan dapat menerima dan menyerap dengan mudah pesan-pesan dalam materi yang disajikan. Stimulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali dan menghubung-hubungkan fakta dan konsep. Di lain pihak stimulus verbal memberi hasil belajar yang lebih baik apabila pembelajaran itu melibatkan ingatan yang berturut-turutan (sekuensial). Dengan alat bantu mengajar maka akan dapat turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Dengan media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Selain itu media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar dan interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya dan kemungkinan besar siswa untuk belajar sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalah dengan pembelajaran melalui media modul interaktif. Tingkat kenikmatan siswa ketika belajar dengan cara membaca teks atau modul yang bergambar (modul interaktif) dapat menggugah emosi dan sikap siswa sehingga akan lebih tertarik untuk membacanya, jika pada modul tersebut disertai gambar kartun yang lucu yang mengarah pada pembentukan konsep. Perpaduan teks dan gambar dalam modul dapat digunakan untuk menambah daya tarik, serta dapat memperlancar pemahaman informasi yang disajikan dalam dua format, verbal dan visual. Pada modul yang dibuat secara teks terprogram yaitu siswa akan berpartisipasi (berinteraksi) dengan aktif karena harus memberi respon terhadap pertanyaan dan latihan yang disusun. Sehingga perancang pembelajaran harus berupaya membuat materi dengan media modul ini menjadi interaktif. Mungkin beberapa cara yang dapat digunakan untuk lebih membuat menarik perhatian siswa adalah pada modul dapat dibuat warna pada kata kunci, huruf bercetak miring/tebal pada judul ataupun informasi penting dapat pula diberi tekanan dengan menggunakan kotak.
Untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat dalam menerima atau memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal digunakan media audio visual. Pada media dengan audio visual sangat menjanjikan untuk penggunaannya dalam bidang pendidikan. Meskipun saat ini penggunaan media ini masih dianggap mahal, akan tetapi dalam beberapa tahun mendatang biaya ini akan semakin rendah dan dapat terjangkau sehingga dapat digunakan secara meluas di berbagai jenjang sekolah. Pada media dengan audio visual, agar pembelajaran berlangsung dengan baik, maka seorang siswa harus dapat menginternalisasi informasi. Oleh karena belajar memerlukan kegiatan, maka pada pembelajaran dengan audio visual, partisipasi siswa dapat dimunculkan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab siswa disela-sela penyajian materi pembelajaran. Dengan partisipasi tersebut diharapkan kesempatan lebih besar terbuka bagi siswa untuk memahami dan mengingat materi tersebut. Atau dapat pula dilakukan dengan memperlihatkan suatu gambar film di layar yang menyangkut pelajaran tersebut. Mungkin dengan mata untuk mengamati dan telinga untuk mendengarkan, akan lebih tertarik dan termotivasi dalam memahami pelajaran tersebut. Bentuk visualpun dapat disajikan dengan gambar representasi seperti gambar, lukisan atau foto yang menunjukkan bagaimana tampaknya sesuatu benda atau diagram yang melukiskan hubungan-hubungan konsep, organisasi, struktur materi ataupun dapat pula dengan grafik seperti tabel, grafik atau chart (bagan) yang menyajikan gambaran/kecenderungan data atau antar hubungan seperangkat gambar angka-angka.
Dalam meningkatkan prestasi belajar siswa perlu diperhatikan pula persiapan siswa sebelum belajar. Siswa sebaiknya telah menguasai secara baik pelajaran sebelumnya yang mendukung secara memadai yang kemungkinan besar merupakan prasyarat untuk penggunaan media dengan sukses. Dengan kata lain, ketika merancang materi pelajaran, perhatian harus dtujukan kepada sifat dan tingkat persiapan siswa. Oleh karena itu perlu adanya tes kemampuan awal siswa tentang materi yang mendukung pokok bahasan. Misalkan pada materi gelombang elektromagnetik diperlukan pemahaman yang baik terlebih dahulu tentang gejala gelombang dan gelombang mekanik .Karena pada bab sebelumnya berkaitan dengan bentuk dari gelombang, frekuensi gelombang, periode gelombang kecepatan merambatnya gelombang, macam-macam gelombang, persaman umum gelombang, yang kesemuanya itu adalah prasyarat untuk memahami adanya gelombang elektromagnetik.
Untuk mengetahui bahwa proses pembelajaran dapat berlangsung dan sejauh mana siswa berhasil menguasainya maka diperlukan alat ukur keberhasilan siswa dalam belajar yaitu dengan tes prestasi belajar. “Tes prestasi belajar merupakan salah satu alat pengukuran dibidang pendidikan yang sangat penting artinya sebagai sumber informasi guna mengambil keputusan” (Saifuddin, 2005: 9). Kemudian menurut Gronlund (1977) yang dituliskan oleh Saifuddin bahwa tes harus mengukur hasil belajar yang telah dibatasi dengan jelas, berisi item-item yang cocok untuk mengukur hasil belajar yang diinginkan.
Penggunaan metode pembelajaran pemberian tugas melalui audio visual terbukti dapat mengangkat prestasi belajar siswa pada bidang studi fisika terutama pokok bahasan gelombang elektromagnetik yang memerlukan daya imaginasi yang tinggi untuk memahaminya. Bagi siswa yang mempunyai kemampuan verbal yang tinggi dapat divariasi dengan metode yang satunya yaitu melalui modul interaktif.
Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran pemberian tugas dengan kedua media dalam pembelajaran fisika membawa kegairahan siswa SMA 8 dalam proses belajar mengajar. Siswa lebih tertarik dengan variasi media dalam pembelajaran fisika, dalam hal ini menggunakan dua variasi yaitu media modul dan audio visual. Kegairahan dan ketertarikan siswa inilah yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dibidang studi fisika.
Karakteristik siswa jika ditinjau dari kemampuan awal siswa menyebabkan prestasi belajar siswa juga bervariatif. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai awal tinggi akan memperoleh prestasi belajar yang lebih tinggi dibanding siswa yang memiliki kemampuan awal rendah.
Implikasi praktis dari penelitian adalah bahwa metode pembelajaran pemberian tugas melalui media modul interaktif dan media audio visual adalah alternatif dalam pembelajaran fisika disamping masih ada beberapa variasi lain. Seorang pengajar fisika juga harus memperhatikan kemampuan awal siswa pada materi yang mendukung sebelum pembelajaran dimulai, dengan demikian siswa akan lebih mudah menerima materi berikutnya dengan berbagai variasi metode yang diiinginkan pengajar.
Uraian ini mungkin saja bukan hal yang baru, terutama sekali pada pembaca yang pernah duduk di bangku pendidikan guru. Kalau demikian kehadiran paparan ini sebagai upaya untuk membangkitkan dan mengaktifkan informasi-informasi yang telah tertahan dalam ingatan jangka panjang, serta dimanfaatkan dalam menjalankan tugas sebagai pengelola pendidikan. Mungkin juga beberapa informasi dalam paparan ini ada hal-hal yang baru, sehingga melengkapi pengetahuan dan pengalaman yang pernah dirasakan dan dilaksanakan.
Bagi pengajar fisika hendaknya tidak enggan menggunakan beberapa metode pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran fisika karena dengan menggunakan metode yang bervariasi yang disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan, tentunya akan dapat lebih menambah ketertarikan siswa dalam pembelajaran fisika. Seorang pengajar hendaknya juga harus mengetahui kemampuan awal siswa terlebih dahulu terutama pada pokok bahasan sebelumnya sehingga pengajar tidak akan kesulitan melanjutkan materi dengan berbagai metode yang diinginkan dan dikuasainya. Harapan kami Pihak sekolah sendiri dapat memberikan kesempatan, dorongan dan penyediaan fasilitas disekolahnya sehingga dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitas guru maupun siswanya dalam proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar fisika terutama dalam pembelajaran fisika.

Sekian . Terimakasih.
SELAMAT DATANG DI MAJALAH EDUKASI
Pendidikan Untuk Semua

Majalah EDUKASI

Terbit Bulanan dan Beredar Nasional

Diterbitkan Oleh
CV. Romiz Aisy
Berdasarkan UU No 40 Th. 1999
Akta Notaris no. 08
Tgl 16 Februari 2007

Pemimpin Umum/Pimpinan Redaksi
R. Daromez SB

Pimpinan Perusahaan
Titik Setyaningsih

Wartawan
Sunardi Nasution, Dedi S,

Layout
Kayika Jarot
Agus Ashadi

Marketing / Sirkulasi
Adi Nugroho

Konsultasi Hukum
Joko Prasetyo, SH

Alamat Redaksi
Jl. Merbabu Raya no. 18 RT 2 RW 8 Mojosongo
Solo Indonesia

Telp 0271 7099843 / 7032079

Mengenai Saya

Foto Saya

Senang dunia pendidikan, pertanian, dan properti